Panglima LMP Sulut, Indra Patrianus Wongkar, SE
Pacificnews.id-.Gelombang penolakan terhadap rencana ekspansi organisasi kemasyarakatan (ormas) Grib Jaya di Bumi Nyiur Melambai kian menguat. Kali ini, pernyataan keras datang dari Panglima Laskar Merah Putih (LMP) sekaligus Tokoh Pemuda Sulawesi Utara, Indra Patrianus Wongkar, SE.
Secara terbuka, Indra menyatakan keberatan dan menolak keras keberadaan ormas Grib Jaya di wilayah Sulawesi Utara (Sulut). Menurutnya, karakter ormas tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai luhur dan budaya masyarakat lokal.
Indra Wongkar membeberkan sejumlah alasan mendasar di balik penolakan tersebut. Ia menilai rekam jejak ormas tersebut cenderung menampilkan gaya-gaya yang dekat dengan aksi premanisme yang berpotensi memicu kekacauan.
“Sulawesi Utara adalah daerah yang aman dan damai. Kami tidak butuh ormas yang bergaya preman suka bikin kacau seperti yang kita lihat bersama di beberapa daerah. Apalagi bertindak anarkis karena keamanan warga adalah harga mati,” tegas Indra kepada awak media, Jumat (27/2).
Ia juga menambahkan bahwa Sulut sudah memiliki banyak ormas adat yang selama ini hidup berdampingan secara harmonis.
Menurutnya, ormas adat di Sulut terbukti mampu menjaga kerukunan tanpa perlu aksi-aksi yang meresahkan.
“Masuknya kelompok dengan kultur yang konfrontatif dikhawatirkan hanya akan merusak stabilitas sosial yang sudah terjaga,” katanya.
Menutup pernyataannya, Indra Wongkar mengajak seluruh elemen masyarakat dan tokoh pemuda lainnya untuk tetap waspada dan bersatu menjaga kondusivitas Sulawesi Utara.
“Kami ingin Sulut tetap menjadi contoh laboratorium kerukunan di Indonesia. Kami menghargai kebebasan berserikat, namun jika itu justru membawa potensi anarkisme dan ketidaknyamanan bagi masyarakat, maka dengan tegas kami katakan Grib Jaya tidak punya tempat di sini,” pungkasnya.
(Stvn)





